153 Tahun Kota Pematangsiantar, Apa Saja Kontribusi Kita untuk Kota Ini?
Pada tanggal 24 April kemarin, seluruh warga kota Pematangsiantar merayakan hari jadinya Kota Pematangsiantar yang ke-153. Jika ditilik mulai kota ini terbentuk, kita bisa melihat perubahan yang begitu besar dari berbagai sisi. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, budaya dan aspek lainnya, bahkan Kota Pematangsiantar masih terkenal sebagai kota pendidikan.
Kita patut berbangga menjadi warga kota Pematangsiantar. Bagaimana tidak? Kota ini melahirkan begitu banyak tokoh penting di Indonesia, salah satunya adalah Adam Malik.
Kota Pematangsiantar juga beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah seperti penghargaan Piala Adipura pada tahun 1993 atas kebersihan dan kelestarian lingkungan kotanya. Bahkan tahun ini, kita berada pada peringkat 1 sebagai kota paling toleran berdasarkan versi Setara Institute. Meski begitu, Siantar tidak lepas dari ketidaksempurnaan. Kita masih memiliki kekurangan di berbagai sisi. Setiap orang wajib berkontribusi untuk memajukan kota ini, karena bagaimanapun juga kita hidup di atas tanah ini. Jadi kualitas hidup kita di kota ini ditentukan oleh kerjasama kita membangun kota ini.
Sekolah Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar juga tidak luput dari tanggung jawab ini. SKKKPS sebagai institusi pendidikan ikut berkontribusi untuk menghasilkan murid-murid terbaik di kota ini. Siswa SKKKPS kerap kali memenangkan pertandingan di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat Nasional maupun Internasional, yang mengharumkan nama Kota Pematangsiantar. Salah satunya adalah Shane Aldrich Simbolon, yang berhasil menjuarai perlombaan FLS2N 2023 tingkat Nasional sebagai perwakilan dari Kota Pematangsiantar dan Sumatera Utara.
Selain pada bidang prestasi pendidikan, SKKKPS juga berkontribusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup Pematangsiantar. Proyek Rivers of Life 2023 ini memamerkan puluhan hasil karya seni siswa-siswi dari beberapa Sekolah Kristen Kalam Kudus yang ada di Indonesia, serta hasil karya seni para siswa SKKKPS. Proyek tersebut dibuat untuk membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, terutama sungai-sungai yang menjadi sumber air bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Kita tidak bisa menuntut orang lain untuk memajukan Kota Pematangsiantar. Kota ini adalah milik kita dan tanggung jawab kita. Jadi sebagai orang Siantar, apa saja kontribusimu untuk kota ini?
Soli Deo Gloria
